Sejumlah permasalahan hutan saat ini semakin mengkhawatirkan. Mulai dari meningkatnya penebangan hutan hingga kebakaran hutan di beberapa wilayah di Indonesia. Solusi untuk menangani permasalahan tersebut memang rumit. Namun, kita sebagai warga bisa bersama-sama berkontribusi dalam melindungi hutan di negara ini. 

Salah satunya adalah dengan mengikuti gerakan menanam pohon. Meskipun terlihat langkah yang kecil, ini tetap bisa memberikan efek yang positif di masa depan jika dilakukan bersama-sama dari sekarang. Janganlah kita abai dengan keberlangsungan hutan, karena hutan berperan penting dalam kelangsungan hidup manusia.

Menunjang Kesehatan Manusia

Hutan menyediakan berbagai sumber daya bagi manusia termasuk udara segar, air bersih, dan makanan bergizi. Banyak juga yang menyebutkan bahwa hutan adalah tempat untuk rekreasi fisik dan kesehatan mental yang sangat baik.

Namun, hal yang juga penting dari hutan bagi kesehatan manusia adalah sebagai sumber obat yang vital. PBB memperkirakan bahwa setidaknya 25% dari semua obat yang ada di negara maju berbasis tanaman, sementara di negara berkembang meningkat hingga 80%.

Tidak hanya itu, hutan juga berfungsi sebagai penyedia air bersih dan sumber makanan baik untuk menunjang kesehatan. Belum lagi, kadar karbondioksida yang buruk bagi kesehatan kita bisa berkurang berkat adanya hutan. 

Membuat Bumi Lebih Sejuk

Melansir World Economy Forum, sekitar 10 juta hektar hutan, seukuran Islandia, di seluruh dunia telah hilang setiap tahunnya antara tahun 2015-2020. Inilah yang kemudian menyebabkan pemanasan global, gelombang panas,ataupun suhu udara yang semakin lama semakin tinggi. 

Oleh sebab itu, kita perlu bersama-sama mengelola dan memulihkan hutan, supaya bumi bisa lebih sejuk lagi. Selain itu, hutan yang sehat juga bisa mengatasi efek rumah kaca yang merupakan salah satu faktor pemanasan global. 

Melindungi Kita dari Bencana Alam

Hutan berfungsi sebagai daerah resapan air yang mampu mencegah terjadinya banjir. Selain itu, hutan pun mampu mengurangi risiko terjadinya erosi tanah dan tanah longsor. Jadi, meskipun curah hujan tinggi, bahaya banjir bisa berkurang selama ada hutan yang dikelola dengan baik. 

Sementara itu, sejumlah data dari seluruh dunia menyebutkan bahwa sebagian besar bencana banjir di suatu wilayah memang disebabkan oleh penebangan hutan besar-besaran. Kondisi tersebut nantinya akan berdampak pada hilangnya lahan pemukiman warga, rusaknya habitat hewan, dan semakin seringnya terjadi tanah longsor yang hebat. 

Menurunkan Angka Penyakit Menular

Mengutip Healthline, laporan tahun 2021 dari Harvard Global Health Institute, perubahan penggunaan lahan adalah penyebab utama penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia, yang dikenal sebagai penyakit zoonosis.

Lebih jauh lagi, sebuah studi kasus tahun 2019 di Indonesia memperkuat hubungan antara malaria dan deforestasi ketika ditemukan bahwa hanya 1 persen hilangnya hutan meningkatkan kasus malaria hingga sebesar 10%.

Menurut laporan tahun 2020 oleh Forum Ekonomi Dunia, 1 dari setiap 3 atau 31 persen wabah penyakit baru dan yang muncul, seperti Zika, Ebola, dan Nipah, terkait dengan deforestasi. 

Selain itu, laporan tersebut mencatat bahwa perubahan iklim menyebabkan perubahan pola penularan penyakit menular, yang berpotensi mempercepat wabah Zika, Malaria, dan Demam Berdarah. Para ahli pun memprediksi bahwa penyakit-penyakit baru akan muncul apabila deforestasi tidak ditangani segera.